Margarin Sangat Buruk Bagi Kesehatan Tubuh Manusia


TAK ADA MAKANAN YANG LEBIH BURUK DARIPADA MARGARIN.

Makanan yang mengandung paling banyak asam lemak trans adalah MARGARIN. Banyak orang yang percaya bahwa minyak yang diekstrak dari sayuran, seperti margarin, tidak mengandung kolesterol, dan lebih baik bagi tubuh daripada lemak hewani seperti mentega. Itu adalah sebuah kesalahpahaman yang sangat besar. Kenyataannya, tidak ada jenis minyak yang lebih buruk bagi tubuh Anda daripada margarin. “Jika anda memiliki margarin di rumah, segera buang jauh-jauh”.
Minyak sayur berbentuk cair pada suhu ruangan karena mengandung banyak asam lemak tak jenuh. Dipihak lain, lemak hewan, walaupun juga merupakan sejenis minyak, berbentuk padat pada suhu ruangan karena banyak mengandung asam lemak jenuh. Margarin, walaupun terbuat dari minyak sayur, berbentuk padat pada suhu ruangan seperti halnya lemak hewan.
Margarin berbentuk seperti ini karena telah dihidrogenasi dan secara tidak alami diubah dari asam lemak tak jenuh menjadi asam lemak jenuh. Dalam pembuatan margarin, produsen memulai dengan minyak sayur yang dihasilkan dengan metode ekstraksi kimiawi dan oleh karena itu margarin mengandung lemak trans. Hidrogen kemudian ditambahkan, untuk secara sengaja mengubah asam lemak tak jenuh menjadi asam lemak jenuh. Dengan demikian, di dalam margarin, Anda mendapatkan yang terburuk dari keduanya, lemak trans dari minyak sayur yang disaring secara kimiawi dan lemak jenuh seperti lemak hewan. TIDAK ADA MINYAK MAUPUN LEMAK YANG LEBIH BURUK BAGI TUBUH ANDA DARIPADA MARGARIN.
Sortening adalah sejenis minyak lain yang mengandung jumlah asam lemak trans yang sama dengan margarin. Saya duga, shortening sudah jarang digunakan untuk memasak di rumah belakangan ini, tetapi banyak shortening yang digunakan dalam produksi makanan seperti kue-kue kering dan camilan yang dijual di toko dan untuk memasak kentang goreng di restoran cepat saji. Asam lemak trans adalah alasan camilan dan makanan cepat saji begitu buruk bagi tubuh.

Sumber:
Hiromi Shinya, MD
Guru besar kedokteran Albert Einstein College of Medicine, AS
Dari buku: The Miracle of Enzyme, halaman 121-122, penerbit Qanita.

Advertisements
This entry was posted in INFORMASI KESEHATAN and tagged , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s