Ulul Albab, Ciri – ciri dan Keutamaannya sebagai Hamba Allah


Pembahasan kali in mengenai Ulil Albab yang kalau diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia menurut Terjemahan Depag adalah Orang – orang yang Berakal. Namun apakah setiap yang berakal adalah Ulul Albab? Ternyata Tidak!!! Setiap Ulul Albab adalah Orang yang berakal NAMUN TIDAK SETIAP orang berakal adalah Ulul Albab. Karena itu saya cenderung mempertahankan kata/teks aslinya dalam bahasa arab yaitu Ulul Albab, tidak menejermahkannya dalam bahasa Indonesia, sebab ternyata Ulul Albab adalah Sebutan/Gelar khusus yang hanya Allah peruntukkan bagi segolongan hamba-Nya tertentu saja. Gelar ini sangat terhormat dan mulia disisi Allah.

Ada beberapa kriteria dan syarat yang harus dipenuhinya agar tercapai derajad dan kedudukan tersebut. Saya sendiri baru mengetahuinya dan karena ingin agar pengetahuan tersebut tetap lestari maka saya mempostingnya disini, dan tulisan ini lebih saya tujukan untuk diriku sendiri, namun jika ada orang lain yang membacanya, saya mengharapkan ridho Tuhanku, Allah Yang Maha Suci, Raja yang Kudus dan saya berlindung kepada-Nya dari mengatakan sesuatu yang tidak aku lakukan.

  1. Ha Mim.
  2. Demi Kitab yang jelas.
  3. Kami menjadikan Al Qur’an dalam bahasa Arab agar kalian mengerti.
  4. Dan sesungguhnya Al Qur’an itu dalam ummul kitab di sisi Kami, benar -benar tinggi dan penuh hikmah.
  5. Maka apakah Kami akan berhenti menurunkan ayat – ayat Al Qur’an kepada kalian karena kalian adalah kaum yang melampaui batas?

(Q.S Az-Zukhruf[43]: 1-5)

Rasulullah SAAW bersabda: “Siapa yang membaca Al Quran, mempelajarinya dan mengamalkannya, maka dipakaikan mahkota dari cahaya pada hari Kiamat, cahayanya seperti cahaya matahari, kedua orang tuanya dipakaikan dua jubah (kemuliaan), yang tidak pernah didapatkan di dunia, keduanya bertanya: mengapa kami dipakaikan jubah ini: dijawab: “karena kalian berdua memerintahkan anak kalian untuk mempelajari Al Quran“.

Hadits diriwayatkan oleh Al Hakim dan ia menilainya sahih berdasarkan syarat Muslim (1/568), dan disetujui oleh Adz Dzahabi. Hadits ini juga diriwayatkan oleh Ahmad dalam Musnadnya (21872) dan Ad Darimi dalam Sunannya (3257)

Siapakah Ulul Albab ini?

  1. Ulul Albab adalah orang berilmu yang mampu membaca ayat – ayat Allah di alam ini sebagaimana dalam riwayat berikut ini.
    Diriwayatkan dari ‘Aisyah ra, bahwa Rasulullah saw berkata: “Wahai ‘Aisyah saya pada malam ini beribadah kepada Allah SWT”. Jawab Aisyah ra: “Sesungguhnya saya senang jika Rasulullah berada di sampingku. Saya senang melayani kemauan dan kehendaknya” Tetapi baiklah! Saya tidak keberatan. Maka bangunlah Rasulullah saw dari tempat tidurnya lalu mengambil air wudu, tidak jauh dari tempatnya itu lalu salat. Di waktu salat beliau menangis sampai-sampai air matanya membasahi kainnya, karena merenungkan ayat Alquran yang dibacanya. Setelah salat beliau duduk memuji-muji Allah dan kembali menangis tersedu-sedu. Kemudian beliau mengangkat kedua belah tangannya berdoa dan menangis lagi dan air matanya membasahi tanah. Setelah Bilal datang untuk azan subuh dan melihat Nabi saw menangis ia bertanya: “Wahai Rasulullah! Mengapakah Rasulullah menangis, padahal Allah telah mengampuni dosa Rasulullah baik yang terdahulu maupun yang akan datang”. Nabi menjawab: “Apakah saya ini bukan seorang hamba yang pantas dan layak bersyukur kepada Allah SWT? Dan bagaimana saya tidak menangis? Pada malam ini Allah SWT telah menurunkan ayat kepadaku.

    Selanjutnya beliau berkata: “Alangkah rugi dan celakanya orang-orang yang membaca ini dan tidak memikirkan dan merenungkan kandungan artinya”.

    Ayat tersebut adalah

    190. Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan pergantian malam dan siang terdapat ayat – ayat bagi ulil albab,
    191. yaitu orang – orang yang mengingat Allah sambil berdiri, duduk, atau dalam keadaan berbaring, dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (dan berdo’a), Ya Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan semua ini dengan sia – sia, Maha Suci Engkau, lindungilah kami dari azab neraka.

    (Ali Imran[3]: 190-191)

  2. Ulul Albab adalah orang yang bertaqwa karena mereka Beriman kepada Allah, sebagaimana dalam Qur’an Surah Ath Thalaq[65]: 10 sbb,

    10. Allah menyediakan azab yang keras bagi mereka, maka bertakwalah kepada Allah wahai Ulil Albab, Orang – orang yang beriman. Sungguh Allah telah menurunkan peringatan kepadamu,

  3. Ulul Albab senantiasa dapat mengambil pelajaran dari setiap informasi yang diperolehnya baik itu informasi keburukan atau kebaikan untuk diambil pelajaran dan hikmah, karena mereka Takut Kepada Allah dan Takut terhadap Hisab yang Buruk, Memenuhi janji dan tidak melanggar perjanjian, menghubungkan apa yang diperintahkan Allah untuk menghubungkan, sabar karena mengharapkan rida Allah, Sholat dan berinfak, serta menolak kejahatan dengan kebaikan sebagaimana dijelaskan dalam Q.S ar-Ra’d[13]:19-22 sbb,

    19. Maka apakah orang yang mengetahui bahwa apa yang diturunkan Tuhan kepadamu adalah kebenaran, sama dengan orang yang buta? Hanya Ulul Albab saja yang dapat mengambil pelajaran,
    20. (yaitu) orang yang memenuhi janji Allah dan tidak melanggar perjanjian,
    21. dan orang – orang yang menghubungkan apa yang diperintahkan Allah agar dihubungkan, dan mereka takut kepada Tuhannya dan takut kepada hisab yang buruk.
    22. Dan orang yang sabar karena mengharapkan keridhaan Tuhannya, melaksanakan shalat, dan menginfakkan sebagian rezki yang Kami berikan kepada mereka, secara sembunyi atau terang – terangan serta menolak kejahatan dengan kebaikan; Orang itulah (Ulil Albab) yang mendapat tempat kesudahan (yang baik),

    Jadi mereka Ulil Albab memiliki beberapa sifat – sifat atau kriteria yaitu:
    -. Senantiasa mengambil pelajaran dan mampu melihat kebenaran itu dengan Penglihatan Mata dan Penglihatan Hatinya
    -. Memenuhi Janji Allah dan tidak melanggar Janji
    -. Menghubungkan apa yang diperintahkan Allah
    -. Takut kepada Allah dan Takut kepada Hisab yang Buruk
    -. Sabar
    -. Melaksanakan Sholat
    -. Melaksanakan Infak / Sedekah
    -. Menolak Kejahatan dengan Kebaikan dengan cara yang baik

    Sedangkan Yang dimaksud dengan “menghubungkan apa yang diperintahkan Allah” adalah apa yang dilarang dalam ayat 25 pada surah ar-Ra’d tersebut sbb,

    25. Dan orang – orang yang melanggar janji Allah setelah diikrarkannya, dan memutuskan apa yang diperintahkan Allah agar disambungkan, dan berbuat kerusakan di bumi; mereka itu memperoleh kutukan dan tempat kediaman yang buruk.

    Saudaraku, Janji apakah itu sehingga sampai turun ayat berkaitan dengan itu? Pelajarilah tafsir ayat ini agar anda tidak salah jalan dan tidak salah pilih. Saya pribadi cenderung kepada penafsiran tentang Janji Kepemimpinan kepada Washi Rasul setelah Beliau Wafat yaitu Imam Ali as. Bahwa “memutuskan apa yang diperintahkan Allah agar disambungkan” ditujukan kepada orang – orang yang berbalik kebelakang menghianati Rasul sepeninggal beliau setelah sebelumnya berjanji menjadikan Imam Ali sebagai maula (wali) mereka, maka mereka telah memutuskan hubungan dengan ahlul bayt (Imam Ali as) yang seharusnya disambungkan atas perintah Allah.

    Ini hanya sekedar tambahan saja:
    “Dan janganlah kamu seperti seorang perempuan yang menguraikan benangnya yang sudah dipintal dengan kuat, menjadi cerai berai kembali. kamu menjadikan sumpah (perjanjian)mu sebagai alat penipu diantaramu, disebabkan adanya satu golongan yang lebih banyak jumlahnya dari golongan yang lain. Allah hanya menguji kamu dengan hal itu, dan pasti pada hari kiamat akan dijelaskan-Nya kepadamu apa yang dahulu kamu perselisihkan itu.”
    (Q.S An Nahl[16]: 92)

    Mereka berjanji pada rasul dan menampakkan kesetiaannya pada Rasul namun sepeninggal Rasul mereka melepaskan perjanjian mereka. Dan tahukah kalian apa janji mereka? Hal itu berhubungan dengan ar Ra’d:25 di atas. Golongan yang sedikit itu adalah golongan Imam Ali as. Dengan perbuatan mereka (memutuskan perjanjian dan kewalian kepada ahlul bayt yaitu Imam Ali as, dengan beranggapan bahwa kepemimpinan adalah Milik Umat bukan Milik Allah) itulah awal perselisihan Umat dimulai. Padahal Perintah Allah agar Menyambung apa yang seharusnya disambungkan adalah untuk mencegah perselisihan Umat yaitu hanya berwali kepada satu saja yaitu Pengemban Washi Nabi yaitu Imam Ali as sebagai Khalifah Rasul Allah yang Sah.

    “Dan jika kamu mengikuti kebanyakan orang di bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Yang mereka ikuti hanya persangkaan belaka dan mereka hanyalah membuat kebohongan.”
    Q.S Al An’am: 116

    “(Ingatlah), pada hari (ketika) Kami panggil setiap umat dengan Imam mereka masing – masing (bi imaamihim); dan barang siapa diberikan catatan amalnya di tangan kanannya mereka akan membaca catatannya (dengan baik), dan mereka tidak akan dirugikan sedikit pun.”

    “Dan barang siapa BUTA (a ‘maa) di dunia ini, maka di akhirat dia akan BUTA (a ‘maa) dan tersesat jauh dari jalan.”

    (Q. S Al Israa: 71 – 72)

    “Dialah yang mengutus pada kaum yang buta huruf seorang rasul (Muhammad) diantara mereka, yang membacakan kepada mereka ayat – ayat-Nya, dan Dia menyucikan mereka dan mengajarkan mereka Kitab dan Hikmah, dan sesungguhnya mereka dari sebelumnya benar – benar dalam kesesatan yang nyata.”

    (Q.S Al Jumu’ah[62]: 2)

    “54. Ataukah mereka dengki kepada an naas (Muhammad) atas karunia yang telah diberikan Allah kepadanya? Sungguh, Kami telah memberikan Kitab dan Hikmah kepada Keluarga Ibrahim (aala Ibraahiim), dan Kami telah memberikan kepada mereka kerajaan (mulkan) yang besar (‘adziyma).”

    “55. Maka di antara mereka (orang yang dengki itu), ada yang beriman kepadanya (aamanu bihi=masuk Islam) dan ada yang menghalangi (manusia beriman) kepadanya (shodda ‘anhu). Cukuplah (bagi mereka) neraka Jahannam yang menyala-nyala apinya.”

    (Q.S An Nisa[4]: 54-55)

    Allah mengajarkan Kitab dan Hikmah kepada Ibrahim dan Keluarganya maka begitu pula kepada Muhammad dan Keluarganya (62:2). Allaahumma sholli ‘ala Muhammad wa aali Muhammad. Maka Hikmah hanya diketahui dengan baik oleh Muhammad dan Keluarganya, maka sudah menjadi kewajiban orang beriman untuk bertanya kepada mereka atau BERIMAM kepada mereka (ahlul bayt). Ternyata orang – orang yang beriman masih ada yang dengki kepada Muhammad dan keluarganya, dan kedengkian itu DITAMPAKKAN saat Muhammad SAAW wafat, dan kedengkian itu mulai dilancarkan kepada ahlul bayt yaitu Imam Ali+Fatimah dan keturunan mereka. Padahal ahlul bayt (Imam Ali+Fatimah) kepada mereka diajarkan Kitab dan Hikmah. Sekarang silahkan analisis ayat 4:54 di atas, bukankah yang dimaksud bahwa Muhammad dan Keluarganya juga diberikan karunia yang serupa dengan apa yang diberikan kepada Ibrahim dan keluarganya?
    Anda tentu tahu bacaan sholawat dalam tasyahud saat sholat bukan? Allah menyediakan Jahannam kepada orang – orang yang dengki tersebut baik mereka beriman maupun tidak. Iblis pun beriman namun dia tidak luput dari siksa. Allah telah memberikan kerajaan kepada keluarga Ibrahim, apakah mungkin jika Allah tidak memberikan kerajaan kepada keluarga Muhammad SAAW? Sedangkan Muhammad SAAW adalah Penghulu para Nabi? Penutup para Nabi dan kekasih Allah? Sehingga Namanya pun disandingkan sesudah Nama Allah? Karunia yang Allah berikan kepada Ibrahim dan Keluarganya yaitu Kerajaan yang besar adalah merupakan Sistem Pemerintahan Ilahi. Demikian pula karunia yang diberikan kepada Muhammad dan Keluarganya yaitu Kitab dan Hikmah dan Kerajaan sebagaimana Keluarga Ibrahiim adalah Sistem Pemerintahan Ilahi dimana Mereka di sebut Para Imam yang diangkat dan ditunjuk oleh Allah sebagai wakil-Nya di bumi menjadi bagian dari sistem Pemerintahan atau Kerajaan Allah, mereka tunduk kepada Allah maka pengikutnya juga tunduk kepada Allah. Para Imam ber-wali kepada Allah maka para pengikutnya juga berwali kepada Allah.

    “Tidak ada paksaan dalam agama (Ad Dien), sesungguhnya telah JELAS antara jalan yang BENAR dengan jalan yang SESAT. Barangsiapa ingkar kepada taghut dan beriman kepada Allah, maka sungguh, dia telah berpegang pada tali yang sangat kuat yang tidak akan putus. Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui.”

    “Allah Pelindung (Wali) orang yang beriman, Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan kepada cahaya. Dan orang – orang kafir, pelindung – pelindung atau wali – wali mereka (Auliya uhum) adalah taghut, yang mengeluarkan mereka dari cahaya kepada kegelapan. Mereka adalah penghuni neraka. Mereka kekal didalamnya.”

    (Al Baqarah: 256-257)

  4. Ulul Albab akan menempati Surga ‘Adn bersama keluarga mereka yang Shaleh yaitu mulai dari Nenek Moyang Mereka (mulai dari orang tua sampai ke atas), Pasangan – pasangan Mereka (Namun tidak menutup kemungkinan adalah Saudara Mereka asalkan mereka termasuk shaleh), Anak Cucunya (Anak – anak ke bawah dan seterusnya) yaitu dalam Q.S Ar-Ra’d[13] ayat 23 sbb,

    23. (yaitu) surga – surga ‘Adn, mereka masuk ke dalamnya bersama dengan orang yang saleh dari nenek moyangnya, pasangan – pasangannya dan anak cucunya, sedang para malaikat masuk ke tempat – tempat mereka dari semua pintu.

  5. Ayat – ayat mutasyabihat hanya bisa dipahami oleh Ulul Albab sebagaimana dijelaskan dalam Q.S Ali Imran[3]:7 sbb,

    7. Dialah yang menurunkan Kitab (Al Qur’an) kepadamu. Didalamnya ada ayat – ayat yang Muhkamat, itulah pokok – pokok kitab dan yang lain Mutasyabihat. Adapun orang – orang yang dalam hatinya condong pada kesesatan, mereka mengikuti apa yang samar – samar darinya (mutasyabihat) untuk mengharapkan fitnah dan mengharapkan takwilnya, dan tidak ada yang mengetahui takwilnya kecuali Allah. Dan orang – orang yang mendalam ilmunya berkata, kami beriman kepadanya, semuanya dari sisi Tuhan kami. Dan tidak ada yang dapat mengambil pelajaran kecuali Ulul Albab.

    Ayat ini sangat sukar dipahami jika belum mencapai derajat Ulul Albab. Sungguh dalam ayat ini tersingkap rahasia dan hikmah yang besar. Dengan ayat ini Allah memisahkan/menyeleksi hamba- hamba-Nya atas sebagian hamba – hamba-Nya yang lain.

  6. Ulil Albab selalu mengambil pelajaran dari kisah (Sejarah) terdahulu baik yang sudah lama (Nabi dan Umat Terdahulu sebelum Muhammad SAAW) ataukah yang belum lama terjadi (Umat Islam dll) sebagaimana dijelaskan dalam Q.S Yusuf[12]:111 sbb,

    111. Sungguh pada kisah – kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi Ulul Albab. Itu (Al Qur’an atau khususnya kisah yang dijelaskan dalam Surah Yusuf ayat 1 – 110 di atas) bukanlah cerita yang dibuat – buat, tetapi membenarkan (kitab – kitab) yang sebelumnya, menjelaskan segala sesuatu, dan petunjuk dan rahmat bagi orang – orang yang beriman.

  7. Ulul Albab senantiasa membaca Al Qur’an untuk mendapatkan pelajaran sebagaimana dijelaskan dalam Q.S Ibrahim[14]: 52 sbb,

    52. Dan ini (Al Qur’an) adalah penjelasan (yang sempurna, balagh) bagi manusia, agar mereka diberi peringatan dengannya, agar mereka mengetahui bahwa Dia adalah Tuhan Yang Maha Esa dan agar Ulul Albab mengambil pelajaran.

  8. Ulul Albab senantiasa mentaddabburi Al Qur’an sbb,

    29. Kitab (Al Qur’an) yang Kami turunkan kepadamu penuh berkah agar mereka mentaddabburi ayat – ayatnya dan untuk mengingatkan Ulul Albab. (Shad[38]:29)

    24. Maka mengapakah mereka tidak mau mentaddabburi al-Qur’an? Apakah karena hati mereka terkunci mati?” (QS 47:24)

    Mentaddabburi berarti memikirkan dan merenungkan lalu menghayati karena sudah memahaminya maka diamalkan.

  9. Ulul Albab senantiasa mengambil pelajaran dari setiap peristiwa misalnya kisah Nabi Ayyub yang dinyatakan dalam Q.S Shad[38]: 43 sbb,

    43. Dan Kami anugerahi dia (Nabi Ayyub, dengan mengumpulkan kembali) keluarganya dan Kami lipat gandakan jumlah mereka, sebagai rahmat dari Kami dan pelajaran bagi Ulil Albab.

  10. Ulul Albab senantiasa dapat Menerima Pelajaran (Terbuka untuk mempelajari hal – hal yang baru). Namanya juga belajar berarti membuka diri untuk setiap informasi yang belum diketahuinya atau setiap hal yang baru (misalnya informasi tentang Kepemimpinan Imam Ali as maukah dipikirkannya?) sebagaimana dijelaskan dalam Q.S Az Zumar[39]:9 sbb,


    9. Apakah (orang kafir yang lebih beruntung ataukah) dia yang taat beribadah pada waktu malam dengan bersujud dan berdiri, dia takut (azab) akhirat dan dia mengharapkan rahmat Tuhannya? Katakanlah, Apakah sama orang yang mengetahui dan orang yang tidak mengetahui? Sesungguhnya hanyalah Ulul Albab yang dapat mengambil pelajaran.

    Menurut penafsiran lain, yang dimaksud dengan Dia (huwa) di sini adalah Imam Ali as, dimana beliau sangat takut kepada Tuhannya bahkan sering pingsan dan pernah dikira wafat oleh Salman al Farisy karena terbujur kaku di bawah pohon. Oleh Fathimah Az Zahra as memberitahu Salman untuk menyiramkan air, bahwa dia (Imam Ali) selalu begitu sudah biasa mengalami begitu.
    Jadi ayat itu ditujukan kepada Imam Ali, sehingga jika penafsiran itu benar, maka Ulil Albab adalah Pengikut Imam Ali yang menolong beliau, membantu beliau, serta berwali kepada beliau sepeninggal Nabi Muhammad SAAW.

  11. Ulul Albab senantiasa menyaring informasi yang didengarnya yaitu dengan cara mendengarkan perkataan lalu mengambil apa yang terbaik dari perkataan itu. Jadi Ulul Albab itu adalah Kelompok Pendengar Yang Paling Baik diantara manusia sebagaimana dijelaskan dalam Az Zumar[39]: 18 sbb,

    18. (yaitu) mereka yang mendengarkan perkataan lalu mengikuti apa yang paling baik diantaranya. Mereka itulah orang – orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah dan mereka itulah Ulul Albab.

  12. Ulul Albab senantiasa mempelajari Alam Sekitar (planet Bumi) yang merupakan kalangan cendekiawan atau intelektual dari berbagai disiplin ilmu: biologi, kimia, fisika, matematika, geologi, geografi, astronomi, dan sebagainya sebagaimana dijelaskan dalam Q.S Az Zumar[39]: 21 sbb,

    21. Apakah engkau tidak memperhatikan, bahwa Allah menurunkan air dari langit, lalu diaturnya menjadi sumber – sumber air di bumi, kemudian dengan air itu ditumbuhkan-Nya tanaman – tanaman yang bermacam – macam warnanya, kemudian menjadi kering, lalu engkau melihatnya kekuning – kuningan, kemudian dijadikan-Nya hancur berderai – derai. Sungguh pada yang demikian itu terdapat peringatan/pelajaran bagi Ulil Albab.

  13. Ulul Albab juga mempelajari petunjuk yang benar yang disampaikan Allah kepada Musa dan Kitab yang Hak yang diwariskan kepada Bani Israil sebagaimana dinyatakan dalam Q.S Al gahfir[40]:53-54 sbb,

    53. Dan sungguh Kami telah memberikan petunjuk kepada Musa, dan mewariskan Kitab kepada Bani Israel,
    54. untuk menjadi petunjuk dan peringatan/pelajaran bagi Ulil Albab.

    Kitab yang dimaksud tidak berarti harus Taurat, sebab disini tidak disebutkan Taurat melainkan Kitab secara Umum, dimana sebutan Kitab biasa disebutkan dalam kata lain yaitu Kataba atau ketetapan. Maka bisa juga bermakna kemajuan Sains dan Teknologi yang dimiliki oleh Israel saat ini (Allah mewariskan kepada mereka) harus dapat dikuasai dan dipelajari oleh Ulil Albab. Petunjuk yang benar dari Musa kepada Bani Israel itulah yang telah mendarah daging dalam kehidupan mereka menjadi sifat kebiasaan dan tabiat “yang baik” mereka dan mengantarkan kemajuan Sains dan Teknologi bagi Bani Israel. Yang saya maksud tabiat/kebiasaan yang baik ini tentu kita hanya mengambil yang baik saja sebagai mana dalam Az Zumar: 18, karena Allah telah mewariskan kebiasaan – kebiasaan baik itu kepada mereka, maka kita harus menirunya (yang baik – baik saja).

    Perhatikanlah ucapanku ini wahai saudaraku: Selagi Umat Islam Belum Berhasil Meniru Kebaikan Mereka Maka Umat Islam Tidak Akan Menang Terhadap Mereka, Sebab Allah Berkehendak Mewariskan Petunjuk Musa dan Warisan Kitab kepada Umat Islam.

  14. Ulul Albab yang bertakwa akan mendapatan keberuntungan sebagaimana dalam Q.S Al Maidah[5]:100 sbb,

    100. Katakanlah, tidaklah sama yang buruk dengan yang baik, meskipun banyaknya keburukan itu menarik hatimu, maka bertakwalah kepada Allah wahai Ulil Albab agar kamu beruntung.

  15. Tidak ada yang akan mampu mendapatkan pelajaran hikmah kecuali Ulul Albab sebagaimana dijelaskan dalam Al Qur’an sbb,


    269. Dia memberi hikmah kepada siapa yang Dia kehendaki. Barangsiapa diberi hikmah, sesungguhnya dia telah diberi kebaikan yang banyak. Dan tidak ada yang dapat mengambil pelajaran kecuali ulul albab.

    (Al Baqarah[2]: 269)

Posted in RELIGI | Tagged , , | Leave a comment

Tenaga Surya Raksasa: Kapal Sepanjang 31 m Sepenuhnya Didukung oleh Panel Tenaga Surya


Kita mungkin telah melihat banyak hal yang bertenaga surya dan kebanyakan mereka  sangat mengesankan dan sangat efisien dan mereka bisa melayani tujuan mereka. Tapi, setelah anda melihat kapal ini dimana sepenuhnya didukung oleh tenaga surya raksasa, anda benar-benar akan takjub. Luar biasa hampir tidak dapat dipercaya bahwa kapal sepanjang 31 meter ini benar-benar didukung sepenuhnya oleh panel tenaga surya.

Panel surya yang dipasang pada permukaan kapal menghasilkan energi listrik hingga 103,4 KW dan kapal ini hanya membutuhkan 20 KW untuk berlayar sehingga ada cukup listrik yang dapat diakumulasikan untuk penggunaannya kemudian. Kapal tersebut dapat mencapai kecepatan 8 knot dengan desainnya yang indah dan fitur yang luar biasa seolah mengatakan kepada kita bahwa kita akan lebih banyak melihat hal-hal seperti ini di masa depan.

Sumber: http://zuzutop.com/2010/03/solar-powered-giant-31m-long-ship-completely-powered-by-solar-panels/

Posted in KEHIDUPAN & GAYA HIDUP | Tagged , , , | Leave a comment

10 Monster Laut paling menakutkan


Menghabiskan liburan Anda di pantai dan berenang di laut adalah salah satu cara terbaik untuk menikmati waktu luang Anda. Laut itu bagus dan kebanyakan dari kita menyukai laut dan kehidupannya yang penuh warna. Anda dapat menemukan banyak makhluk laut yang sangat indah yang akan memukau Anda dengan penampilannya yang indah dan berwarna-warni. Namun, dari waktu ke waktu, Anda akan menemukan bahwa di laut ada beberapa “monster-monster laut” yang menakutkan dan sangat berbahaya.

Beberapa dari mereka memiliki gigi sangat tajam, beberapa dari mereka dapat membunuh Anda dalam satu menit dengan racun mereka, dan beberapa dari mereka hanya terlihat seperti mereka datang dari sebuah film horor. Anda lebih baik melihat sendiri hewan – hewan tersebut pada halaman ini daripada ketika salah satu dari mereka mendatangi anda selama berada di laut sedang anda tidak mengetahuinya.

La Sabina

Ikan ini hidup pada kedalaman yang besar, dikenal dengan tubuhnya halus dan gigi besarnya yang tajam. "La Sabina" - predator yang mengerikan (sekitar 15 cm) - (GORDON AG-JONES)

Ikan pemancing (anglerfish) mengerikan, tinggal di salah satu tempat terburuk - di dasar laut. (AFP / Getty)

gurita sinekolchaty

Walaupun seukuran bola golf, gurita sinekolchaty benar-benar bisa "menusuk". Racunnya begitu kuat sehingga dapat membunuh seseorang, dan belum ditemukan obat penawarnya. (JOHN TAYLOR)

Ikan mengerikan ini hidup di perairan dingin tropis - tapi, untungnya, Anda tidak mungkin untuk bertatap muka dengan ikan ini karena mereka hidup pada kedalaman sampai 5.000 meter (=5 km). (JONES IAN)

Ikan Paus Pembunuh

Paus pembunuh yang kuat memakan ikan, anjing laut dan bahkan hiu. (MEDIA BARCROFT)

coelacanths

Setelah dianggap punah, ikan coelacanths ini (sudah ada sejak 400 juta tahun yang lalu) ditemukan kembali pada tahun 1938. (AFP / Getty)

borodavchatka

Ikan yang paling beracun di dunia - borodavchatka - sangat ahli dalam penyamaran. Penyamarannya menjadi sempurna di dasar laut. Ikan ini tidak menyerang, tetapi jika anda melangkah di atasnya, dan anda terkena racunnya, ikan ini dapat melumpuhkan atau bahkan membunuh Anda. (PA)

Cumi - cumi raksasa

Sedikit yang diketahui tentang cumi-cumi raksasa misterius yang tinggal jauh di kedalaman perairan coal-black di Samudra Pasifik. Ke-mistik-an mereka hanya tumbuh lebih kuat bersama dengan legenda tentakel dari pelaut besar, keluar dari bawah air dan menggali ke dalam perahu. Bahkan, makhluk ini tumbuh hingga 18 meter panjangnya dan beratnya sampai 900 kg. (AFP / Getty)

Kepiting raja merah

Dengan panjang 1,5 meter dan berat 10 kg kepiting raja merah dapat mengobarkan rumah dalam kehidupan makhluk laut. (Grover Paulus)

Sperm whale

Sperm whale - mewakili golongan terbesar paus bergigi. Paus dewasa tumbuh sampai 18 meter panjangnya. (AP)

Sumber: http://zuzutop.com/2010/01/the-10-scariest-sea-monsters-pics/

Posted in PLANET KITA, POTRET | Leave a comment

Kiamat Sudah Dekat, Langit pun sudah Memunculkan Gejala Rapuh/Lemah dan Retak


Berikut ini saya ambil dari buku Karya Lawrence E. Joseph berjudul Kiamat 2012 – Investigasi Akhir Zaman, Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama Jakarta, 2008.
Sebenarnya saya tidak begitu tertarik dengan buku itu, sampai ketika saya membaca catatan dibagian belakang buku tersebutm akhirnya saya membelinya juga seharga 35 rb rupiah di Shopping Center Yogya. Kalau di Gramedia harganya sekitar 50 rb. Yogya memang kota pelajar dan dimanjakan dengan buku-buku murah oi. Tapi saya tidak mau bahas itu. Simaklah tulisan di bawah ini, saya kutip aslinya tanpa saya ubah sehuruf pun:
“European Space Agency berencana meluncurkan swarm, trio satelit penelitian yang akan mempelajari medan magnet Bumi secara menyeluruh, dari 2009 sampai 2015. jauh sebelum itu, para ilmuwan sebaiknya mengungkap mengapa medan itu retak selama sembilan jam pada suatu saat. Yang terbesar, rekahan sepanjang 160.000 kilometer yang dikenal sebagai Anomali Atlantik Selatan, merekah di atas lautan antara Brasil dan Afrika Selatan. Bahayanya, secara sederhana, lubang ini – yang mungkin merupakan yang pertama dari sekian banyak lubang – merupakan retakan menganga di perisai radiasi surya dan kosmis kita. Sejumlah satelit yang melewati anomali Atlantik Selatan sudah mengalami kerusakan akibat ledakan surya yang menembus medan magnet yang menipis itu – termasuk, iromisnya, satelit Denmark yang didesain untuk mengukur medan magnet bumi.”
Sebagaimana kita ketahui dalam isu internasional belakangan ini bahwa di tahun 2012 akan terjadi bencana yang dampaknya bukan lagi skala nasional melainkan skala internasional, bahwa di di tahun 2012 adalah periode puncak dari dari pergolakan abnormal matahari kita dengan cara memancarkan lidah api yang radiasinya bisa sampai ke bumi dan mempengaruhi bumi kita.
Sebenarnya apa yang menarik dari berita ini? Baiklah saya akan uraikan di sini dalam kaitannya dengan Kitab Suci agama islam yaitu Al Qur’an yang diturunkan melalui Malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad SAAW lebih dari 1000 tahun yang lalu yaitu dalam QS. Al Haqqah[69]:14-15 yang artinya sbb:

“(14) Maka pada hari itu terjadilah hari kiamat (15) dan terbelahlah langit, karena pada hari itu langit menjadi lemah”

Terus terang saya membeli buku itu karena ingat ayat ini….
Analisis:
  1. Jika kita hubungkan atau kaitkan antara pengaruh melemahnya medan magnet sabuk radiasi Van Allen dengan kecepatan berputarnya Besi Cair Panas dalam Inti Perut Bumi (efek Dinamo) maka kita bisa mengaitkan hal tersebut dengan akan berubahnya arah kutub bumi yang berarti akan berpotensi mengubah arah rotasi bumi sehingga jika arah rotasi bumi berlawanan dengan arah yang sekarang, maka matahari akan terbit dari barat bukan lagi dari timur.
  2. Itu berarti perkiraan terbitnya matahari dari timur akan semakin dekat. Yang berarti tanda – tanda atau gejala ini termasuk salah satu gejala pendahuluan atau gejala awal tanda kiamat besar.
Wahai saudara-saudara mulai sekarang kita hisablah diri kita masing – masing, apakah kita sekarang meyakini bahwa hanya ada 1 saja Tuhan di seluruh alam semesta ini? Kalau ada lebih dari satu tuhan bukankah “masing – masing memiliki Kekuatan yang sangat besar” akan saling berperang satu sama lainnya? Kalau ada tuhan anak dan tuhan bapak maka bukankah sang anak suatu saat akan mengkudeta bapaknya supaya bisa menjadi pemimpin? Berpikirlah wahai manusia bahwa kalau Al Qur’an ini bukan dari Allah Tuhan yang Sebenarnya, Sang Raja Yang Maha Agung, Pemilik Kekuatan di Seluruh Alam Semesta dan yang Maha Mengalahkan Siapapun, apakah Dia akan membiarkan saja Al Qur’an tersebut?
Posted in PLANET KITA, RELIGI | Tagged , , , , , | Leave a comment

3 TANDA – TANDA BESAR HARI KIAMAT


Dalam salah satu hadith berbunyi kurang lebih sbb:

“jika salah satu dari 3 tanda – tanda besar hari kiamat muncul yaitu: 1) munculnya daabbah, 2) munculnya dajjal dan 3) terbitnya matahari dari sebelah barat, maka tidak berguna iman seseorang jika sebelumya belum beriman”

Dan hadith lain berbunyi:
“Pintu tobat masih terbuka selagi matahari masih terbit dari sebelah timur, jika matahari terbit dari barat maka pintu tobat ditutup”

Dan dalam salah satu hadith lain : “sebelum matahari terbit dari barat, maka lamanya siang atau malam selama 3 hari”, atau dengan kata lain bumi berhenti berotasi. Kalau belahan bumi tertentu kebetulan jam 9 pagi, maka suasana jam 9 pagi itu akan berlangsung kurang lebih 3 x 24 jam, demikian pula belahan bumi yang mendapatkan peristiwa itu waktu malam, maka malam nya akan lebih kurang 3 x 24 jam, setelah itu bumi mengalami retrogade alias berotasi dengan arah berlawanan, sehingga matahari terbit dari barat.

Nah umat islam yang pernah berbuat dosa ketika munculnya 2 tanda yang pertama masih bisa diterima tobatnya, tetapi orang yang belum beriman tidak akan diterima lagi keimanannya, tetapi ketika tanda yang ketiga ini telah muncul, maka umat  islam tersebut pun sudah tidak diterima lagi tobatnya.

Kita kembali kepada tanda yang pertama yaitu munculnya Daabbah. Apakah daabah ini? Dalam Al Qur’an dijelaskan apa itu daabbah: yaitu sbb:

“Dan Allaah menciptakan semua jenis Daabbah dari air, maka sebagian ada yang berjalan di atas perutnya dan sebagian berjalan dengan dua kaki, sedang sebagian (yang lain) berjalan dengan empat kaki. Allaah menciptakan apa yang Dia kehendaki. Sungguh Allaah Maha Berkuasa atas segala sesuatu.”

(Q.S An Nur[24]: 45)

Kesimpulan ayat tersebut:

  1. Makhluk tersebut dari bahan organik (Dari kata Min=dari dan Mmaaa’in=air) Kata “dari” di sini bukan menunjukkan asal atau arah, tetapi menunjukkan “terbuat dari bahan apa” artinya tubuhnya banyak mengandung air misalnya : Manusia, Monyet, Sapi, Kambing, Ular, Rayap, dll
  2. Daabbah itu menyebutkan golongan secara umum asalkan dia makhluk organik dan berjalan (bukan terbang) dengan perut, 2 kaki atau 4 kaki maka dia termasuk daabah.
  3. Kategori Daabbah di sini bisa termasuk: Manusia, Sejenis manusia (jika ada), monyet, sapi, kambing, unta, kerbau, Anoa, Kadal, dll
  4. Daabah bisa tergolong makhluk berakal atau tidak berakal, misalnya manusia (berakal), sejenis/mirip manusia (jika ada, misalnya alien), sapi (tidak berakal)

Dari kesimpulan tersebut, kita baca hadith lain bahwa: saat kiamat menjelang akan muncul daabah yang akan mengatakan kepada manusia bahwa Kiamat akan sudah dekat dan/atau akan terjadi dalam waktu dekat. Hadith ini adalah penjelasan tentang ayat 27:82

“Dan apabila telah jatuh perkataan atas mereka, Kami keluarkan bagi mereka Daabbah dari (min) bumi yang akan berkata kepada mereka bahwasanya manusia tidak yakin dengan ayat – ayat Kami.”
(Q.S An Naml[27]: 82)

Kesimpulan dari hadith tersebut, daabah yang menjadi tanda besar pertama kiamat adalah daabah yang dapat berbicara kepada manusia atau dengan kata lain daabah yang berakal.

Pertanyaannya:

  1. Dari semua kesimpulan tersebut, bisakah kita golongkan Daabah itu adalah manusia? Kalau jawabannya “ya” maka berarti tanda besar pertama kiamat sudah muncul, karena banyak manusia (Daabah manusia) sekarang membicarakan tentang kiamat dan tanda – tanda kedatangannya, dan bahwa banyak manusia yang melalaikan atau cuek terhadap masalah ini (kedatangan kiamat), tidak ambil pusing, tidak perduli, masuk telinga kiri keluar telinga kanan.
  2. Mungkinkah daabah itu alien berdasarkan Q.S. 42:29? Jawabannya tidak mungkin, karena dalam Al Qur’an juga yaitu Surah An Naml[27]: 82 disebutkan bahwa daabah yang muncul pada hari menjelang kiamat adalah dari bumi bukan dari angkasa luar.
  3. Mungkinkah daabah itu makhluk berakal dari dalam perut bumi? Jawabannya Wallahu ‘alam

Dari 3 pertanyaan itu koq saya lebih cenderung berkesimpulan bahwa daabah yang dimaksud adalah dari manusia itu sendiri, dan di Al Qur’an tidak disebutkan manusia, secara khusus tetapi dabbah secara umum dengan maksud untuk menyamarkan karena itu termasuk berita nubuwatan masa depan. (Tambahan dari penulis: “Ini adalah kesimpulan saya pribadi, bukan menafsirkan ayat Al Qur’an, dan bukan mencari-cari tafsir Al Qur’an, juga saya tidak mengatakan bahwa ini adalah tafsir Al Qur’an”).

Dan juga kita sudah terlanjur menerima mentah-mentah terjemahan depag yang mengartikan daabah dengan “hewan melata”, padahal lebih cocok dengan makhluk melata. Kalau kita terjemahkan dengan hewan melata maka yang ada dalam bayangan pikiran kita ya hanya dari sejenis hewan/binatang.

Untuk menguatkan kesimpulan itu, saya akan meriwayatkan sebuah kisah tentang Imam Ali bin Abi Thalib as sbb:

“…Aku bertanya lagi: Apakah maksud perkataan al-Dabbah di dalam surah al-Naml (27): 82. “Apabila telah tiba perkataan (janji) siksa kepada mereka, kami keluarkan kepada mereka al-Dabbah yang melata di bumi yang mengatakan kepada mereka, bahawa manusia tidak yakin kepada ayat-ayat kami”. Beliau berkata kepadaku: Anda ingin mengetahui maksudnya? Aku berkata: Aku jadikan diriku sebagai tebusan. Beliau berkata: Al-Dabbah memakan makanan, berjalan-jalan di pasar dan mengahwini wanita…” (Sumber: Kitab Sulaim)

KESIMPULAN SAYA PRIBADI:

TANDA PERTAMA KIAMAT BESAR YAITU DAABAH TELAH MUNCUL YAITU MANUSIA YANG TELAH MEMBICARAKAN TENTANG HARI KIAMAT, DAN BAHWA DAHULU ORANG – ORANG TIDAK YAKIN DENGAN KIAMAT (SALAH SATU AYAT- AYAT ALLAAH)

Dalam hadith tersebut juga disebutkan bahwa daabah ini kalau tidak didekati dia akan mengatakan kepada manusia bahwa kiamat sudah dekat, tetapi jika di dekati maka dia akan menjauh. Selama ini dalam benak kita, makna di dekati ini adalah seakan itu hewan yang jinak-jinak merpati atau malu-malu, padahal kalau kita lihat fakta sekarang sbb:

Orang – orang yang mengeluarkan/mempublikasikan tentang bencana atau kiamat ini tanpa diminta memberitahukan kepada manusia tetapi ketika di desak dan didekati, cenderung menjauh dan menutup diri. Pikirkanlah sejenak kenapa para petinggi NASA banyak yang membangun bunker bawah tanah di atas gunung – gunung? dan kenapa PBB telah secara diam-diam telah membangun bunker bawah tanah yang tahan gempa dan bencana tsunami di wilayah kutub utara sekarang? Didalamnya sudah tersedia bank sperma dan berbagai macam bahan makanan yang tahan sampai 30 tahun dan juga terdapat persediaan bibit-bibit tanaman/pohon, sayuran dan buah-buahan.

Referensi lainnya:

  1. Tentang Bunker di kutub utara ada di wikipedia dengan alamat sbb:
    http://en.wikipedia.org/wiki/Svalbard_Global_Seed_Vault
    Bunker tersebut di danai oleh Billgate dan Rockefeller
  2. Baca juga situs ini:
    http://www.projectcamelot.org/norway.html
  3. Kemudian coba juga kunjungi situs blog :
    http://all-about-yusuf.blogspot.com/2009/03/misteri-dibalik-tahun-2012-yang.html

Tanda kiamat yang kedua: Munculnya Dajjal ?????!!!!!

MENURUT BUKU “THE DIARY OF DAJJAL”, DAJJAL SEKARANG SUDAH ADA WALAPUN BELUM MEMUNCULKAN DIRI KE HADAPAN PUBLIK, DAN PENGIKUTNYA SUDAH BANYAK, KEBANYAKAN DARI YAHUDI DAN ENTAH APA YANG SEDANG MEREKA TUNGGU.

Kemunculnya Imam Mahdi dan Turunnya Nabi Isa ke Bumi ini

Menurut referensi dan kitab – kitab yang bersumber dari Muhammad SAAW, bahwa secara kronologi atau urutan kejadian, yang pertama kali muncul adalah Dajjal dan Banyak Sekali Ketidakadilan serta Kezaliman, Kemudian Imam Mahdi pun Menampilkan Dirinya ke Hadapan Umat untuk Memimpin Umat Islam, lalu Tidak berselang lama pun Nabi Isa as Turun dari Langit, dan Bersama – sama memerangi Dajjal. Setelah itu Matahari Terbit dari Barat.

Analisis:

Jika Tahun 2012 atau masa setelah itu yang tidak lama lagi telah diramalkan oleh banyak orang yang mengklaim memperoleh informasi tersebut dari NASA bahwa Bumi akan mengalami perubahan arah kutub, maka berarti akan terbit Matahari dari Barat. Artinya, kemungkinan Imam Mahdi saat ini sudah memimpin umat Islam namun dirahasiakan tempatnya demi keamanan dan strategi. Apalagi Imam Ali as pernah mengatakan bahwa Barangsiapa mengamalkan membaca Surah Al Kahfi setiap malam Jum’at maka dapat Bertemu dan Mengenal Imam Mahdi. Artinya, Sosok Imam Mahdi ini memang harus dirahasiakan.

Kalau kita mau mengambil referensi mazhab ahlul bayt (syiah), maka Imam Mahdi sebenarnya telah dilahirkan sekian ratus tahun lalu namun mengalami masa gaib (tersembunyi) dari hadapan publik (umat) dan masih hidup hingga sekarang, dan hanya akan mulai menampilkan dirinya saat memimpin peperangan melawan dajjal.

Wallahu ‘alam bissawab. Jika informasi ini adalah benar, maka semoga saja itu adalah petunjuk dari Allah SWT, tetapi jika informasi ini adalah salah maka itu datangnya dari kelemahan saya sendiri, dan saya memohon ampun kepada Tuhanku, Allah SWT, Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang, dan semoga saya senantiasa di jalan yang benar serta senantiasa mendapat petunjuk. Amiin.

Assalamu ‘alaikum wr. wb

Posted in PLANET KITA, RELIGI | Tagged , , , | Leave a comment

Tujuh Langit Dunia – Suatu Kajian Sains Teoritis Terhadap Al Qur’an


Pembahasan yang ada di sini bukanlah memberikan tafsiran yang sebenarnya dari ayat – ayat Al Qur’an, melainkan mencoba menarik benang putih antara Al Qur’an dan Science. Karena hanya Allah dan Rasul-Nya Muhammad SAAW serta pewarisnya (ahlul baitnya) yang mengetahui tafsiran setiap ayat Al Qur’an yang diturunkan kepada Muhammad SAAW. Persoalannya, setelah bencana/musibah yang menimpa umat Islam dimasa lalu, kita sekarang kekurangan sumber atau bahkan kita telah kehilangan sumber yang lengkap dalam penafsiran Al Qur’an.
Karena itu usaha saya ini (dengan menulis pada blog ini) adalah mencoba berlandaskan pada Al Qur’an  sbb:

“Kami akan memperlihatkan kepada mereka ayat – ayat Kami di segala penjuru bumi (ufuk) dan pada diri mereka sendiri, hingga jelas bagi mereka bahwa Al Qur’an itu adalah benar. Tidak cukupkah bahwa sesungguhnya Tuhanmu menjadi saksi atas segala sesuatu?” (Q.S Al Fusshilat[41]: 53)

Maka sebagai awal topik, mari kita cermati ayat Al Qur’an sbb:

“Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah menciptakan tujuh langit bertingkat – tingkat? Dan Allah menciptakan padanya bulan sebagai cahaya dan matahari sebagai pelita? Dan Allah menumbuhkan kamu dari tanah dengan sebaik – baiknya, kemudian Dia mengembalikan kamu ke dalam tanah dan mengeluarkan kamu dengan sebenar – benarnya.” Q.S Nuuh [71]: 15-18

Disini Allah menggunakan kata Taraw (dengan kata dasar Ra atau melihat dengan Mata, sedangkan awalan Ta maksudnya=Kamu, maka Tara=Kamu Lihat), yang maksudnya melihat tidak hanya dengan indra mata kita tetapi juga dengan ilmu. Ini berarti bahwa manusia akan dapat “melihat” ketujuh langit itu dan dapat dicapai dengan ilmu pengetahuan manusia. Jika yang dimaksud dengan langit ini adalah langit alam semesta, hal ini tidak mungkin manusia akan dapat melihat ketujuh langit di alam semesta tersebut yang tidak diketahui mana batas tepinya. Adalah suatu hal yang mustahil Allah mengajak manusia untuk “melihat” sesuatu yang tidak mungkin manusia akan dapat mencapainya.
Kesimpulan saya:
Langit yang dimaksud oleh ayat tersebut adalah lapisan pelindung bumi (Q.S 21:32) yaitu atmosfer yang terbagi 5 lapisan + 2 lapisan sabuk Van Allen sbb:

Lima lapisan Atmosfir adalah sbb:

Lapisan 1: Troposfer, 0-18 km dari permukaan tanah dengan tebal rata-rata 10 km. Di daerah khatulistiwa, ketinggian lapisan troposfer sekitar 16 km dengan temperatur rata-rata 80°C
Lapisan 2: Stratosfer, antara 18 – 49 km dari permukaan bumi.
Lapisan 3: Mesosfer, antara 49 – 82 km dari permukaan bumi.
Lapisan 4: Termosfer atau Ionosfer, antara 82 – 800 km dari permukaan bumi.
Lapisan 5: Eksosfer atau Desifasister, antara 800 – 1000 km dari permukaan bumi.

Lihat: http://id.wikipedia.org/wiki/Atmosfer

Sedangkan 2 lapisan sabuk Van Allen yaitu:

Lapisan 6: Sabuk Radiasi Van Allen Dalam yang kebanyakan terdiri atas proton.
Lapisan 7: Sabuk Radiasi Van Allen Luar yang kebanyakan terdiri atas elektron.

Lihat: http://en.wikipedia.org/wiki/Van_Allen_radiation_belt

Sabuk Van Allen ditemukan pada tahun 1958 oleh Explorer I dan Explorer II dalam misi penelitian atmosfer di bawah arahan James A. Van Allen.
Cukup lama saya baru menemukan yang dua lapisan lagi, tadinya saya ragu dengan kesimpulanku sendiri. Saya sudah menduga bahwa yang berikutnya adalah sabuk Van Allen (berdasarkan kesimpulanku terhadap ayat Al Qur’an bahwa Allah menjadikan langit sebagai atap atau pelindung) tapi itu baru enam lapis karena tidak terpikir olehku sebelumnya bahwa Van Allen Belt terdiri dari dua lapis, sampai akhirnya Allah menuntunku (semoga saja demikian) dan akhirnya menemukan fakta dari wikipedia bahwa sabuk Van Allen ternyata terbagi 2 lapisan/sabuk dengan karakteristik atau sifat sifat yang berbeda. Subhaanallaah wabihamdihi…
Kenapa sampai digolongkan ke dalam 7 lapisan? Apa dasarnya? Ternyata masing – masing lapisan itu memiliki karaktersitik atau sifat yang berbeda-beda.

Simak ayat berikut ini:

“Dialah (Allah) yang menciptakan segala apa yang ada di bumi untukmu kemudian Dia menuju ke langit, lalu Dia menyempurnakannya menjadi tujuh langit. Dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.” Q.S Al Baqarah [2]: 29

Perhatikan inti ayat di atas, ada kata “…menyempurnakannya..” menjadi tujuh langit. Berarti dalam proses awal penciptaan bumi, bersamaan dengan itu terbentuk pula atmosfernya tetapi belum berjumlah 7 lapis, kemudian Allah menyempurnakannya sampai 7 lapis.

“Katakanlah, “Pantaskah kamu ingkar kepada Tuhan yang menciptakan bumi dalam dua masa dan kamu adakan pula sekutu-sekutu bagi-Nya? Itulah Tuhan seluruh alam.”
Dan Dia ciptakan padanya (bumi) gunung – gunung yang kokoh di atasnya. Dan kemudian Dia berkahi, dan Dia tentukan makanan-makanan (bagi penghuninya) dalam empat masa, memadai untuk (memenuhi kebutuhan) mereka yang memerlukannya.
Kemudian Dia menuju ke langit dan (langit) itu masih berupa asap, lalu Dia berfirman kepadanya dan kepada bumi, “Datanglah kamu berdua menurut perintahku dengan patuh atau terpaksa.” Keduanya menjawab, “Kami datang dengan patuh.”
Lalu diciptakan-Nya tujuh langit dalam dua massa dan pada setiap langit Dia mewahyukan urusan masing – masing. Kemudian langit yang dekat kami hiasi dengan bintang – bintang , dan untuk memelihara. Demikianlah ketentuan (Allah) Yang Maha Perkasa, Maha Mengetahui”
. Q.S Al Fusshilat[41] : 9-12

Dari ayat tersebut, disimpulkan bahwa bumi dibentuk dahulu baru langit. Sedangkan di ayat lain, disebut langit terlebih dahulu baru bumi. Sebenarnya ini tidak bertentangan, melainkan suatu pengetahuan atau informasi bahwa ketika disebutkan langit dan bumi (langit dulu baru bumi) maka yang dimaksud adalah langit alam semesta, namun ketika disebutkan terlebih dahulu bumi barulah penciptaan langit sebagaimana dalam ayat – ayat di atas, maka yang dimaksud adalah langitnya bumi itu. Dan yang menarik lagi jika kita kaji lebih dalam adalah, jika Allah menyebutkan langit alam semesta, (barangkali saja saya salah, jika ada pembaca yang koreksi saya berterima kasih) maka Allah tidak menyinggung untuk memperhatikan/melihat.

Ada hal yang harus DIINGAT pada kata “menuju langit” ini BUKAN diartikan zat Allah bergerak dari bumi menuju langit. Naudzubillah min dzalik, aku berlindung kepada-Nya dari mengasosiasikan Allah dengan demikian. Sebenarnya kata arabnya adalah “istawa” sebagaimaan Allah menjelaskan tentang diri-Nya yang ber’istawa di atas arsy, JANGAN kita mengasosiasikan seperti seorang raja yang duduk di singgasananya. Ini adalah pemahaman yang keliru dan dapat menyeret kita kepada PEMIKIRAN TERLARANG. Imam Ali as pernah mengatakan yang kurang lebih searti yaitu (berdasarkan ingatan saya semoga saja tidak keliru): Allah tidak membutuhkan Arsy untuk tempat berdiam, melainkan hanya untuk menunjukkan wilayah kekuasan-Nya, barangsiapa yang menunjukkan posisi Allah berarti dia menentukan arah-Nya dan membuat batas-Nya. Barang siapa yang membuat batas-Nya berarti dia telah mengadakan tandingan-Nya…dst

Jadi pada ayat di atas lebih tepat kalau kita sebut saja dalam bahasa arab yaitu istawa.
Menarik lagi dalam surah 41: 9-13 di atas, ada kata “..pada setiap langit Dia mewahyukan urusan masing – masing..”. ini bermakna bahwa pada setiap langit tersebut memiliki karakteristik dan fungsi masing – masing.

Kemudian ada fakta menarik lagi bahwa Allah menciptakan langit (langit bumi/dunia) dalam 2 masa. Adalah fakta yang menrik dikaji jika dikaitkan dengan temuan sains bahwa, ternyata penciptaan lapisan atmosfer tidak sama masanya dengan mencuiptaan sabuk Van Hallen. Jadi ketika itu ternyata atmosfer diciptakan terlebih dahulu sampai terdapat 5 lapisan. setelah melalui waktu yang lama, Allah mengirim bongkahan batu meteor dalam jumlah besar yang banyak/kaya mengandung besi ke bumi. Hantaman dengan bumi tersebut mengubah keadaan dibumi, mulai dari kecepatan dan arah orbit dan juga gaya gravitasi menjadi lebih kuat. Besi yang menghujam ke bumi masuk ke dalam bumi sampai di inti bumi dan berputar bagaikan sebuah dinamo. Perpuatarannya tersebut mengakibatkan terbentuknya sabuk radiasi Van Hallen. Proses inilah proses yang kedua setelah roses penciptaan lapisan atmosfer dan antara kedua proses tersebut telah berlalu masa yang panjang, artinya kedua proses tersebut masa atau waktu penciptaannya berbeda. Subhanallaahi wabihamdihi.

Kemudian kita kaji ayat Al Qur’an sbb:
“Dan Kami menjadikan langit sebagai atap (As Saqofa) yang terpelihara, namun mereka (orang – orang kafir) tetap berpaling dari ayat – ayat itu.” (Q. S. Al Anbiya[21]:32)

“Demi atap (As Saqfi) yang ditinggikan.” (Q.S Ath Thur[52]:5)

Kajian tentang “Atap” ini:

  1. Ada 4 ayat dalam Al Qur’an yang dengan akar kata yang sama, menyebutkan tentang atap yaitu kedua ayat di atas ditambah dengan Q.S An Nahl[16]:26 dan Q.S Az Zukhruf[43]:33, namun kedua ayat terakhir ini tidak menyebutkan tentang langit.

    “Sesungguhnya orang-orang yang sebelum mereka telah mengadakan makar, maka Allah menghancurkan rumah-rumah mereka dari fondasinya, lalu atap (rumah itu) jatuh menimpa mereka dari atas, dan datanglah azab itu kepada mereka dari tempat yang tidak mereka sadari.”
    (Q.S An Nahl[16]:26)

    “Dan sekiranya bukan karena hendak menghindari manusia menjadi umat yang satu (dalam kekafiran), tentulah Kami buatkan bagi orang-orang yang kafir kepada Tuhan Yang Maha Pemurah loteng-loteng perak bagi rumah mereka dan (juga) tangga-tangga (perak) yang mereka menaikinya.”
    (Q.S Az Zukhruf[43]:33)

  2. Berdasarkan kedua ayat terakhir, sebenarnya cukup menjelaskan pengertian atap dalam Al Anbiya[21]:32, bahwa atap ini berarti sebagai pelindung atau sebagaimana kalau diasosiasikan atap rumah untuk melindungi manusia dari panas dan hujan.
  3. Jumlah kata yang menyebut atap dan mengindikasikan langit dalam Al Qur’an adalah disebut 2 kali. Faktanya: kalau kita merujuk atap bumi kita ternyata terdiri dari dua hal yaitu atmosfir dan sabuk Van Allen.
  4. Ketika Allaah SWT menyebut tentang atap dan menyindir orang kafir dalam Q.S Az Zukhruf[43]:33, maka di situ terdapat salah satu makna bahwa penciptaan atap pelindung bumi adalah karena Allah Maha Pemurah.
  5. Dalam surah Ath Thur[52]:5 (nomor surah lebih tinggi dari pada Al Anbiya[21]:32 di atas yaitu 52>21) tidak disebutkan kata langit tetapi isinya (kata atap) menyinggung tentang (bermakna) langit. Faktanya: Sabuk Van Allen ditemukan belakangan dan letaknya berada pada sisi luar planet bumi. Subhaanalaahi wabihamdihi Subhaanahal azhim astaghfirullaah……
  6. Langit diciptakan dalam dua tahapan waktu (masa) yaitu tahap pertama penciptaan 5 lapisan langit yaitu atmosfer, kemudian pada tahapan kedua adalah penciptaan 2 lapisan langit lagi yaitu sabuk Van Allen. Lihat Q.S Al Fusshilat[41]: 12. Penggunaan kata “masa” jangan diartikan sebagai “hari” ini tidak tepat, sebab kata ini digunakan sebagai kata umum untuk menunjukkan waktu, jadi kata masa ini bisa saja 1 hari, 2 hari, 3 hari, 1 bulan, 2 bulan, 1 tahun, bisa 1 abad, dst, atau bisa juga “tahapan”, 1 tahap misalnya memerlukan waktu 3 hari, atau 1 tahapan misalnya memerlukan waktu 7 hari berarti sama dengan 1 pekan. Artinya kalau kita menggunakan kata tahap atau masa maka berarti antara kedua tahap satu dengan tahap lainnya atau antara masa satu dengan masa lainnya ada pemisah atau antara. Dan hanya Allah SWT yang Mengetahui dengan tepat berapa lamanya pada setiap masa tersebut. jadi kalau kita menyebut 2 masa, maka belum tentu masa yang pertama sama waktunya dengan masa yang kedua. Kalau saya menyebut 2 hari berarti ada pemisah malam diantara keduanya. Ada sesuatu waktu antara yang memisahkan sehingga “masa”nya atau “tahapan”nya dianggap berbeda, kalau waktunya masih  berurutan maka masih dihitung dalam masa yang sama. Jika ada 2 kejadian dalam 1 hari maka bisa kita katakan ada dua kejadian dalam masa yang sama (berarti 1 masa=1 hari). Jika pagar rumah saya dikerjakan dalam waktu 4 hari secara berurutan tanpa ada jedah/istirahat sedikit pun maka 1 masa=4 hari, bisa juga saya katakan pagar rumah saya dikerjakan dalam 1 masa saja, namun jika dikerjakan selama 3 hari berturut-turut tanpa istirahat setelah itu istirahat 1 malam dilanjutkan besoknya dan selesai juga besoknya berarti totalnya=4 hari tetap masa pengerjaanya dalam waktu  2 masa yaitu masa pertama=3 hari dan masa kedua=1 hari saja.

Wallahu ‘alam bissawab.

Ya Allah sungguh Engkau Maha Pengasih dan Maha Penyayang, Engkau Maha Pemurah dengan memberikan semua fasilitas itu, semua karunia-Mu itu kepada kami Manusia, Engkau mema’afkan semua kesalahan kecil kami, Engkau mengampuni kesalahan kami. Jika Engkau sampai Murka terhadap hamba-Mu atau kepada kami, sungguh karena hamba-Mu sudah keterlaluan dan melampaui batas. Sungguh banyak sekali kerusakan yang ditimbulkan oleh hamba-Mu ya Allah, telah rusak bumi ini, maka ampunilah kami ya Allah, dan berilah kami seorang pemimpin yang menolong dari sisi-Mu.

Posted in PLANET KITA, RELIGI | Tagged , , , , | 1 Comment

Margarin Sangat Buruk Bagi Kesehatan Tubuh Manusia


TAK ADA MAKANAN YANG LEBIH BURUK DARIPADA MARGARIN.

Makanan yang mengandung paling banyak asam lemak trans adalah MARGARIN. Banyak orang yang percaya bahwa minyak yang diekstrak dari sayuran, seperti margarin, tidak mengandung kolesterol, dan lebih baik bagi tubuh daripada lemak hewani seperti mentega. Itu adalah sebuah kesalahpahaman yang sangat besar. Kenyataannya, tidak ada jenis minyak yang lebih buruk bagi tubuh Anda daripada margarin. “Jika anda memiliki margarin di rumah, segera buang jauh-jauh”.
Minyak sayur berbentuk cair pada suhu ruangan karena mengandung banyak asam lemak tak jenuh. Dipihak lain, lemak hewan, walaupun juga merupakan sejenis minyak, berbentuk padat pada suhu ruangan karena banyak mengandung asam lemak jenuh. Margarin, walaupun terbuat dari minyak sayur, berbentuk padat pada suhu ruangan seperti halnya lemak hewan.
Margarin berbentuk seperti ini karena telah dihidrogenasi dan secara tidak alami diubah dari asam lemak tak jenuh menjadi asam lemak jenuh. Dalam pembuatan margarin, produsen memulai dengan minyak sayur yang dihasilkan dengan metode ekstraksi kimiawi dan oleh karena itu margarin mengandung lemak trans. Hidrogen kemudian ditambahkan, untuk secara sengaja mengubah asam lemak tak jenuh menjadi asam lemak jenuh. Dengan demikian, di dalam margarin, Anda mendapatkan yang terburuk dari keduanya, lemak trans dari minyak sayur yang disaring secara kimiawi dan lemak jenuh seperti lemak hewan. TIDAK ADA MINYAK MAUPUN LEMAK YANG LEBIH BURUK BAGI TUBUH ANDA DARIPADA MARGARIN.
Sortening adalah sejenis minyak lain yang mengandung jumlah asam lemak trans yang sama dengan margarin. Saya duga, shortening sudah jarang digunakan untuk memasak di rumah belakangan ini, tetapi banyak shortening yang digunakan dalam produksi makanan seperti kue-kue kering dan camilan yang dijual di toko dan untuk memasak kentang goreng di restoran cepat saji. Asam lemak trans adalah alasan camilan dan makanan cepat saji begitu buruk bagi tubuh.

Sumber:
Hiromi Shinya, MD
Guru besar kedokteran Albert Einstein College of Medicine, AS
Dari buku: The Miracle of Enzyme, halaman 121-122, penerbit Qanita.

Posted in INFORMASI KESEHATAN | Tagged , | Leave a comment